Categories
News

Berakhirnya kebebasan di Internet?

EME masih mendapat penolakan dari organissasi yang berjuang untuk Internet yang sifatnya terbuka, seperti Electronic Frontier Foundation dan Mozilla. Mereka beragumen bahwa suatu content decryption module seharusnya bisa diterapkan secara selektif untuk memblokir content agar prinsip keterbukaan Internet tetap berlaku. Adapun pengembang Firefox mengeluhkan terbatasnya akses ke dalam CDM. Mereka lagi tidak mengetahui risiko keamanan apa yang mungkin terjadi di dalamnya.

Selain itu, tidak seperti plug-in Flash, pengguna juga tidak dapat meng-uninstall decryption module. Pendukung EME berdalih bahwa pengguna (peselancar Internet) justru akan lebih dipermudah karena tidak lagi harus dicemaskan dengan valid tidaknya content atau film tersebut. Selain itu, Microsoft pun tidak lagi mengembangkan Silverlight (alternatif Adobe Flash). Netflix masih mendukungnya bagi pengguna yang tidak memakai browser yang kompatibel dengan EME (lihat tabel).

Pada masa mendatang, pemain utama di layanan streaming akan memerlukan sistem lainnya. Flash player tidak lagi memadai karena berbagai jejak rekamnya dalam masalah keamanan. Masalah ini pula yang perlu dihindari mobile OS dengan tidak mengadopsinya sama sekali. Netflix yang sangat mendominasi layanan media streaming di AS dan sebagain negara maju lainnya, akhirnya “memaksa” Mozilla untuk turut mendukung EME pada browser Firefox.

Firefox akan menerima CDM dari Adobe, yang diperlakukan sebagai layaknya sebuah “black box” yang mengirimkan encrypted-video ke modul, dan dilepas dari modul dalam sebuah bentuk yang telah di-decrypt dan di-decode. Sebuah sandbox dipakai untuk meminimalisir masalah sekuriti dengan membungkus kode eksekusi dari Adobe CDM. Kompromi Mozilla telah menjadi pertanda runtuhnya salah satu perlawanan besar terhadap penerapan DRM via EME. Bahkan Apple juga bakal segera mendukungnya pada Mac OS X terbaru. Selajutnya, Internet pun akan terasa lebih bersifat komersial!

Categories
Uncategorized

Desain Kamar Tidur Karya Mahasiswa Berbakat

Bila mahasiswa Lasalle College dan Universitas Tarumanegara menuangkan inspirasinya untuk desain ruang tidur utama dan ruang makan, seperti apa hasilnya? Mahasiswa punya karya yang tak kalah hebatnya. Inilah yang terlihat dalam ajang Young Interior Designer Award 2015 yang ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa dari universitas di Indonesia. Lima desain berhasil tampil di ajang ini.

Dua di antaranya akan ditampilkan, yakni desain dari Lasalle College dan Universitas Tarumanegara. Kedua desain ini memiliki tampilan yang berbeda. Anda bisa mengambil banyak inspirasi dari kedua penataan ruang tidur dan ruang makan ini, lalu menerapkannya di rumah. Tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Lasalle College Ruang Tidur Untuk Pekerja Kreatif

Kef Harle, salah satu anggota tim dari Lasalle College menjelaskan, “Dalam proses mendesain, kami membayangkan pasangan muda yang tinggal di area perkotaan yang bekerja di industri kreatif.” Oleh karena itu, bila Anda lihat, desain dari Lasalle College ini memang sengaja didesain untuk pekerja seni, seperti fotografer, desainer, periklanan, fesyen, dan lain-lain.

Kef menambahkan, bahwa keseluruhan desain terinspirasi dari gaya skandinavia dengan warnawarna yang lebih halus. “Tujuan kami untuk membuat ruangan tersebut memiliki atmosfer yang berbeda dari perkotaan. Kita juga tambahkan unsur industrial yang lekat dengan kehidupan urban, juga karena industrial tidak memerlukan banyak penanganan sehingga cocok untuk orangorang yang sibuk,” ujarnya.

Untuk ruang tidur utamanya, Kef dan tim sengaja membaginya menjadi 3 area, yaitu membaca, bekerja, dan area tidur. Tujuannya agar ruangan memiliki banyak fungsi. Sementara itu, untuk ruang makan, Lasalle College mendesainnya bukan sekadar untuk makan namun bisa juga digunakan untuk tempat mengobrol santai.

Universitas Tarumanegara Ruang Tidur Untuk Relaksasi

Berbeda dengan Lasalle College yang terinspirasi dari gaya skandinavia, mahasiswa dari Universitas Tarumanegara menggunakan tema “Tengaq Aiq” yang artinya adalah di tengah-tengah lautan. Clorinda, salah satu anggota tim dari Universitas Tarumanegara menjelaskan bahwa kata tersebut diambil dari salah satu pulau kecil di Lombok, Gili Air.

Gili Air salah satu Pulau Lombok yang memberikan suasana teduh, asri, hangat, dan tenang. Menurutnya, manusia dengan segudang aktivitas dan kepenatan dalam bekerja pasti membutuhkan relaksasi yang dapat menenteramkan jiwa dan pikiran. Berangkat dari alasan itulah, tim Universitas Tarumanegara mengimplementasikan Tengaq Aiq ini ke dalam layout furnitur, di mana posisi tempat tidur dan meja kerja berada di tengah-tengah ruangan.

Layout ini juga memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan sirkulasi yang lebih baik ke seluruh ruangan. Tema ini diusung pada kamar tidur karena pada saat beristirahat manusia membutuhkan suasana yang tenang, tenteram, dan damai. “Suasana pantai Gili Air dijadikan ide dalam konsep kamar tidur sehingga siapapun yang tinggal di dalamnya dapat merasakan ketenangan seperti berada di sebuah pulau yang indah,” ujarnya.

Untuk menjaga kenyamanan di kamar tidur, perlu adanya sebuah instalasi genset sebagai sumber listrik alternatif. Harga genset murah untuk rumah tangga ataupun untuk proyek bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Bali yang memberikan potongan harga serta garansi resmi.

Categories
Parenting

Menjadi Ayah Luar Biasa Bagian 2

Lalu, bagaimana solusinya agar para ayah ini bisa memperlihatkan peran aktif nya dalam pengasuhan anak? Di negara-negara besar dan maju banyak dibangun institusi pendukung keluarga (Family Assistance) yang melakukan intervensi terhadap pengasuhan oleh para ayah, dengan inisiatif-inisiatif berikut. 1. Memberikan pelatihan keterampilan parenting, antara lain bagaimana cara dan teknik mendisiplinkan dan memandirikan anak. 2. Memberikan cara untuk bisa memanfaatkan atau menerapkan hasil pelatihan ke terampilan baru ke anak-anak mereka. 3. Meningkatkan pemahaman para ayah akan perkembangan anak. 4. Meningkatkan komitmen para ayah untuk konsisten dalam menyediakan dukungan baik finansial/materi dan non-finansial kepada anakanaknya.

Sementara di Indonesia, menurut Della, para ayah bisa diajak (syukur-syukur mau proaktif) datang ke sesi-sesi parenting. Pada hal satu itu, alangkah baiknya dipilih yang santai saja dan membuat para ayah merasa diadili. Selain itu, bisa juga mencari ahli parenting yang juga seorang ayah sehing ga memiliki chemistry sama. “Namun pengalaman saya, para ayah akan tetap suka datang ke seminar, meski pem bicaranya ibu-ibu asalkan pilihan kata-kata dan ilustrasi kasus disampaikan secara ‘logis’ sehingga membuat mereka lebih yakin akan hasilnya,” jelas Della.

Dampak Yang Positif Keterlibatan Ayah

dalam perkembangan emosi anak khususnya anak laki-laki. Dan tanpa disadari hasil belajar pun menjadi lebih baik. Jadi bukan karena papa ‘secara gender’ memiliki cara atau kekhasan dalam mengajari anak sehingga kognitifnya lebih berkembang atau IQ anak menjadi lebih tinggi.” Menurut Hawkins, Christian sen, Sargent & Hill juga Pedersen, (1985) para ayah memiliki ba nyak referensi pengalaman yang akan menumbuhkan “sense of generativity” atau kesadaran dan kepekaan seseorang terkait memelihara, menumbuhkembangkan, dan menghidupi generasi penerus pada saat seorang anak mulai menginjak dewasa. Artinya, kelak ayah menjadi “sumber pengetahuan” (narasumber) yang paling berpotensi memberikan banyak masukan pada anak sebelum mereka siap meng ambil tanggung jawab untuk berumah tangga dan berketurunan.

Categories
Parenting

Menjadi Ayah Luar Biasa

pascal-edu.com – Vicky adalah salah satu dari sekian banyak ayah yang ikut terlibat langsung mengurus dan merawat bayinya, Maisya, sejak kelahirannya 6 tahun lalu. Hari ulang tahun Maisya yang jatuh pada bulan Mei ini, membuat Vicky mengingat kembali masa-masa dirinya bersama Nurbaiti (32) merawat bayi Maisya yang terlahir prematur. Maisya yang bernama lengkap Rumaisya Triavinta ini sempat dinyatakan tak akan hidup lebih dari 2 bulan oleh dokter.

Namun, Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Berkat doa dari orangtua dan semua saudara serta teman dan kerabat, bayi Maisya yang beratnya hanya 1.140 gram (1,1 kg) atau sama besarnya dengan botol sirop ini, hidup dan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani hingga kini. “Saat itu, saya benar-benar berdoa dan berharap kepada Yang Kuasa agar memberikan kesempatan kepada saya dan istri untuk merawat dan membesarkan bayi Rumaisya ini.

Ya, soalnya sebelum bayi ini lahir, istri sudah beberapa kali hamil namun selalu keguguran. Makanya saya benar-benar ber niat membesarkan dengan sepenuh jiwa anak yang terlahir prematur ini,” tutur Vicky. Ketika bayi yang menurut dokter kemungkinan hidupnya hanya 35% ini lahir, Vicky benar-benar melaksanakan niat annya untuk ikut terlibat langsung merawat bayi Maisya bersama istri.

Dari menggendong dengan cara kanguru, menenangkan, menyuapkan susu ke mulut si bayi, sampai menidurkannya. “Kalau memandikan, saya masih enggak berani! Masih rentan soalnya. Biarin deh, itu bagian bundanya saja. Tapi kalau menggendong, menyuapi susu, dan menidurkan, ya, saya ikut langsung menanganinya. Menurut Vicky, awalnya dia benar-benar enggak tahu bagaimana mengurus bayi, apalagi bayi prematur.

“Belum lagi saya harus mengatasi rasa takut yang kadang bikin panas dingin. Ya, takut salah, takut jatuh, ya pokoknya semua deh. Demi anak dan niat dari awal, saya tulus , semangat dan rela untuk menjalani semua progresnya. Memang sih, mesti ekstra-sabaaarr dan teguh! Kalau enggak, wah, pasti selalu mengeluhlah!” katanya sambil mengenang masa itu.

Tak Semua Mampu

Ketakutan dan ketidaktahuan yang sempat dirasakan oleh Vicky ternyata juga dialami oleh sekitar 70% ayah lain yang memiliki bayi baru lahir. Bahkan, hal-hal sederhana yang dilakukan Vicky saat merawat bayinya diakui sebagai bagian tersulit yang pernah dialami dalam hidupnya. Berbagai informasi dan konsultasi dengan dokter semua dipelajari dan dipraktikkannya untuk merawat sang buah hati.

Menanggapi cerita tersebut Psikolog Viera Adella, MPsi mengatakan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang sangat wajar. Menurut Sayers & Litton (2005), banyak hambatan yang dialami para ayah untuk bisa terlibat dalam pengasuhan anak sehingga lebih banyak keluarga memilih peran komitmen (committed) dan tanggung jawab (responsible) bagi ayah, bukan keterlibatan langsung (involvement).

Categories
News

Pemerintah Optimis Penduduk Miskin Turun Jumlahnya

Kementerian Sosial optimistis jumlah penduduk miskin bisa turun di angka 9,3 persen atau sekitar 800 ribu jiwa pada 2019. Sinergi yang baik antarkementerian/lembaga, penyaluran yang tepat sasaran, dan tepat jumlah diyakini akan membuat target tersebut tercapai. “Sekarang sekitar 26 juta jiwa atau 25,95 juta jiwa. Kami harapkan turun paling tidak 800 ribu jiwa (menjadi sekitar 25,15 juta jiwa),” ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung saat ditemui di sela-sela rakor. Lebih dalam, Andi menjelaskan, angka kemiskinan turun sejalan dengan jumlah bantuan yang diberikan. “Selain itu, bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan tepat jumlah,” ujarnya. Untuk melakukan implementasi di lapangan, Kementerian Sosial bersama kementerian/instansi lain saling berkoordinasi dan bersinergi untuk mengevaluasi program bantuan yang belum tersalurkan optimal serta menentukan langkah ke depan. Selain itu, Andi menyatakan pentingnya update basis data terpadu (BDT) dari dinas sosial di tiap daerah untuk ketepatan penyaluran. “Saat ini, terus terang untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum semuanya terdata. Masih ada anak dari peserta PKH atau peserta Rastra belum mendapat KIP. Karenanya, perlu juga sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya. Ia juga mengatakan jajarannya akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyukseskan program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dijalankan Kementerian Sosial. Agar penyaluran bansos bisa tuntas hingga akhir Agustus, Menteri Sosial Idrus Marham meminta setiap kepala dinas sosial memetakan faktor pendorong dan penghambat penyaluran bansos di masing-masing daerah. “Kepala Dinas Sosial di seluruh Indonesia merupakan garda terdepan menyukseskan penyaluran bansos,” ujarnya. Menteri Idrus meminta semua kepala dinas sosial membangun sebuah sistem agar penyaluran bansos sesuai dengan target dan melakukan perbaikan BDT setiap enam bulan sekali. “Serta koordinasi di lapangan lebih efektif dan produktif,” tuturnya.