Categories
Uncategorized

FILM PENDEK PUNYA KEKUATAN

KETIKA film Ada Apa dengan Cinta? 2 sedang dalam masa pengambilan gambar, Wregas Bhanuteja ditugasi Miles Films membuat dokumenter behind the scene film karya Riri Riza itu. Rendah hati dan sangat teliti, sutradara muda Wregas berjam-jam mewawancarai setiap narasumber, termasuk Tempo, untuk dokumenter itu.

Hanya dua bulan setelah itu, berita meledak di dunia maya bahwa Wregas dan timnya, Studio Batu, memenangi Le Prix Découverte Leica Cine di La Semaine de la Critique Cannes 2016. La Semaine de La Critique atau Pekan Kritikus Film adalah salah satu festival independen yang paralel dan diintegrasikan bersama Festival Film Cannes. Le Semaine de La Critique dilahirkan pada 1962 oleh para kritikus dan wartawan Prancis yang menggugat kemapanan Festival Film Cannes, yang dianggap sudah terlalu berorientasi hanya pada nama besar.

Meski jadi sineas Indonesia pertama yang berhasil memenangi kategori tersebut, Wregas tampak rendah hati. Kenapa diberi judul Prenjak, In the Year of Monkey? Judul yang saya berikan di film ini tidak memiliki kaitan satu sama lain. Gadis penjual korek api di Yogyakarta tersebut kerap dipanggil dengan sebutan ciblek (cilik-cilik betah melek). Ciblek adalah nama seekor burung. Maka, ketika memberi judul film ini, saya memilih nama burung yang relevan dengan ciblek, yakni prenjak.

Mengenai judul bahasa Inggris In the Year of Monkey hanyalah karena semangat kru film ini. Saya dan teman-teman dari Studio Batu rata-rata lahir tahun 1992, shio Monyet. Dan 2016 adalah tahun Monyet. Bagaimana ide itu muncul? Ide ini bermula dari kisah teman saya di Yogyakarta yang saat masih SD pernah pergi ke alun-alun Kota Yogyakarta.

Dia bertemu dengan seorang gadis penjual wedang rondhe yang juga menjual korek api dengan harga seribu rupiah per batang. Dengan korek api tersebut, teman saya bisa melihat kemaluan sang penjual. Setelah mendengar kisah masa kecil teman saya itu, saya memutuskan pergi ke alun-alun dan mencari gadis penjual korek tersebut. Namun kini sudah tidak ada. Begitu pula di sudut Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *