Categories
Parenting

Menjadi Ayah Luar Biasa Bagian 2

Lalu, bagaimana solusinya agar para ayah ini bisa memperlihatkan peran aktif nya dalam pengasuhan anak? Di negara-negara besar dan maju banyak dibangun institusi pendukung keluarga (Family Assistance) yang melakukan intervensi terhadap pengasuhan oleh para ayah, dengan inisiatif-inisiatif berikut. 1. Memberikan pelatihan keterampilan parenting, antara lain bagaimana cara dan teknik mendisiplinkan dan memandirikan anak. 2. Memberikan cara untuk bisa memanfaatkan atau menerapkan hasil pelatihan ke terampilan baru ke anak-anak mereka. 3. Meningkatkan pemahaman para ayah akan perkembangan anak. 4. Meningkatkan komitmen para ayah untuk konsisten dalam menyediakan dukungan baik finansial/materi dan non-finansial kepada anakanaknya.

Sementara di Indonesia, menurut Della, para ayah bisa diajak (syukur-syukur mau proaktif) datang ke sesi-sesi parenting. Pada hal satu itu, alangkah baiknya dipilih yang santai saja dan membuat para ayah merasa diadili. Selain itu, bisa juga mencari ahli parenting yang juga seorang ayah sehing ga memiliki chemistry sama. “Namun pengalaman saya, para ayah akan tetap suka datang ke seminar, meski pem bicaranya ibu-ibu asalkan pilihan kata-kata dan ilustrasi kasus disampaikan secara ‘logis’ sehingga membuat mereka lebih yakin akan hasilnya,” jelas Della.

Dampak Yang Positif Keterlibatan Ayah

dalam perkembangan emosi anak khususnya anak laki-laki. Dan tanpa disadari hasil belajar pun menjadi lebih baik. Jadi bukan karena papa ‘secara gender’ memiliki cara atau kekhasan dalam mengajari anak sehingga kognitifnya lebih berkembang atau IQ anak menjadi lebih tinggi.” Menurut Hawkins, Christian sen, Sargent & Hill juga Pedersen, (1985) para ayah memiliki ba nyak referensi pengalaman yang akan menumbuhkan “sense of generativity” atau kesadaran dan kepekaan seseorang terkait memelihara, menumbuhkembangkan, dan menghidupi generasi penerus pada saat seorang anak mulai menginjak dewasa. Artinya, kelak ayah menjadi “sumber pengetahuan” (narasumber) yang paling berpotensi memberikan banyak masukan pada anak sebelum mereka siap meng ambil tanggung jawab untuk berumah tangga dan berketurunan.

Categories
Parenting

Menjadi Ayah Luar Biasa

pascal-edu.com – Vicky adalah salah satu dari sekian banyak ayah yang ikut terlibat langsung mengurus dan merawat bayinya, Maisya, sejak kelahirannya 6 tahun lalu. Hari ulang tahun Maisya yang jatuh pada bulan Mei ini, membuat Vicky mengingat kembali masa-masa dirinya bersama Nurbaiti (32) merawat bayi Maisya yang terlahir prematur. Maisya yang bernama lengkap Rumaisya Triavinta ini sempat dinyatakan tak akan hidup lebih dari 2 bulan oleh dokter.

Namun, Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Berkat doa dari orangtua dan semua saudara serta teman dan kerabat, bayi Maisya yang beratnya hanya 1.140 gram (1,1 kg) atau sama besarnya dengan botol sirop ini, hidup dan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani hingga kini. “Saat itu, saya benar-benar berdoa dan berharap kepada Yang Kuasa agar memberikan kesempatan kepada saya dan istri untuk merawat dan membesarkan bayi Rumaisya ini.

Ya, soalnya sebelum bayi ini lahir, istri sudah beberapa kali hamil namun selalu keguguran. Makanya saya benar-benar ber niat membesarkan dengan sepenuh jiwa anak yang terlahir prematur ini,” tutur Vicky. Ketika bayi yang menurut dokter kemungkinan hidupnya hanya 35% ini lahir, Vicky benar-benar melaksanakan niat annya untuk ikut terlibat langsung merawat bayi Maisya bersama istri.

Dari menggendong dengan cara kanguru, menenangkan, menyuapkan susu ke mulut si bayi, sampai menidurkannya. “Kalau memandikan, saya masih enggak berani! Masih rentan soalnya. Biarin deh, itu bagian bundanya saja. Tapi kalau menggendong, menyuapi susu, dan menidurkan, ya, saya ikut langsung menanganinya. Menurut Vicky, awalnya dia benar-benar enggak tahu bagaimana mengurus bayi, apalagi bayi prematur.

“Belum lagi saya harus mengatasi rasa takut yang kadang bikin panas dingin. Ya, takut salah, takut jatuh, ya pokoknya semua deh. Demi anak dan niat dari awal, saya tulus , semangat dan rela untuk menjalani semua progresnya. Memang sih, mesti ekstra-sabaaarr dan teguh! Kalau enggak, wah, pasti selalu mengeluhlah!” katanya sambil mengenang masa itu.

Tak Semua Mampu

Ketakutan dan ketidaktahuan yang sempat dirasakan oleh Vicky ternyata juga dialami oleh sekitar 70% ayah lain yang memiliki bayi baru lahir. Bahkan, hal-hal sederhana yang dilakukan Vicky saat merawat bayinya diakui sebagai bagian tersulit yang pernah dialami dalam hidupnya. Berbagai informasi dan konsultasi dengan dokter semua dipelajari dan dipraktikkannya untuk merawat sang buah hati.

Menanggapi cerita tersebut Psikolog Viera Adella, MPsi mengatakan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang sangat wajar. Menurut Sayers & Litton (2005), banyak hambatan yang dialami para ayah untuk bisa terlibat dalam pengasuhan anak sehingga lebih banyak keluarga memilih peran komitmen (committed) dan tanggung jawab (responsible) bagi ayah, bukan keterlibatan langsung (involvement).