Categories
News

Inspirasi, 3 Kebudayaan Negara Jerman yang Patut Untuk Kita Tiru

Pernahkah anda menonton sebuah video youtube yang memberikan perbandingan di jalan raya ketika sebuah mobil ambulans lewat? Nah, salah satu video yang ditampilkan adalah video ketika sebuah ambulans melewati sebuah jalan raya besar di Jerman.

Karena Jerman merupakan sebuah negara maju dan industri yang sudah cukup mapan. Termasuk kebudayaan negera Jerman yang modernitas juga sangat mudah ditemukan dalam masyarakat dan negara jerman.

Baca Juga: Tips Membeli Nasi Box

Di dalam video tersebut anda pasti bisa melihat bahwa mobil-mobil di depan ambulans dengan kesadaran sendiri memberikan jalan di tengah-tengah. Agar ambulans yang membawa orang sakit tersebut bisa segera lewat ke rumah sakit. Video juga membandingkan dengan budaya-budaya di negara berkembang semacam india dan indonesia. Dimana banyak yang acuh tak acuh dan membiarkan ambulans terjebak ke dalam kemacetan.

Nah, kebudayaan negara Jerman dan budaya masyarakat maju biasanya terbentuk karena mereka telah berpengalaman bertahun-tahun dalam menata masyarakat. Agar terbentuk struktur yang adil, melindungi seluruh masyarakat dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Coba anda bandingkan dengan negara berkembang seperti kita di Indonesia. Pastinya akan sangat jauh berbeda.

Masyarakat Jerman Dikenal Dengan Slogan “Made In Germany”

Nah, bagi anda yang ingin studi ke Jerman. Atau melakukan pemagangan di Jerman, kunjungan bisnis, atau kunjungan wisata. Anda harus perhatikan beberapa kebudayaan negara Jerman yang berbeda dengan kebudayaan negara Indonesia. Pemahaman ini diperlukan agar anda tidak terkena penyakit budaya (atau biasa disebut dengan culture shock). atau dalam kajian budaya disebut dengan gegar budaya. Gegar budaya biasanya menimbulkan ketidaknyamana, merasa inferior dan putus asa dalam bersosialisasi dengan orang jerman.

Berikut beberapa kebudayan masyarakat dan negara Jerman yang perlu anda ketahui. Dalam sistem masyarakat jerman dikenal slogan “made in germany”. slogan ini biasanya digunakan dalam menyebut industri jerman yang sangat terkenal luar biasa. Ribuan perusahaan besar hidup dan tumbuh di Jerman dengan berkembang pesat. Mulai dari industri bahan kimia, ototmotif hingga penerbangan. Selain itu, slogan ini juga digunakan untuk menandai bahwa produksi jerman memang berkualitas tinggi.

Inspirasi, 3 Kebudayaan Negara Jerman yang Patut Untuk Kita Tiru

Selain itu, dalam ranah budaya. Made in germany juga bisa disebut kualitas budaya masyarakat Jerman di beberapa hal sangat positif dan meemberikan inspirasi bagi banyak negara sehingga sangat patut untuk ditiru dan berikut ini adalah ulasannya:

1. Tepat Waktu

Kebudayaan negara Jerman yang paling utama adalah “on time” atau tepat waktu. Jika anda perhatikan jadwal kereta, subway, kereta bawah tanah, trem, pesawat hingga kapal di jerman sangat presisi dalam soal waktu.

Jadi jangan bayangkan dengan di di indonesia yang bisa dinego. Jika anda menggunakan transportasi di jerman. Pastikan anda sudah mengetahui jadwalnya dengan tepat. Selain itu, ketika anda sedang berjanji dengan seseorang di suatu tempat. Datanglah tepat waktu, atau 5 menit lebih awal dari janji yang telah dibuat. Masyarakat jerman sangat disiplin dan mengikuti aturan.

2. Gemar membaca dan mengedepankan kualitas hidup

Kebudayaan negara Jerman yang selanjutnya adalah banyak masyarakat Jerman gemar membaca buku dan mengedepankan kualitas hidup sehat.

Dan banyak masyarakat jerman yang menghabiskan waktu di trem, kereta bawah tanah dan kendaraan umum sambil membaca buku. Kebiasaan ini menyumbang tingkat literasi yang lumayan tinggi.

Selain itu, mengedepankan kualitas hidup bisa diukur bahwa orang jerman jika bekerja. Dia akan bekerja sepenuh hati. Nah, ketika tiba jadwal istirahat atau liburan. Mereka akan gunakna jadwal istirahat dan libur secara maksimal juga.

3. Penuh dedeikasi

Budaya negara Jerman selanjutnya adalah penuh dedikasi. Produk-produk yang dihasilkan industri jerman selalu mengedepankan keselataman bagi manusia. Hal itu karena desain produk yang dikerjakan selalu mengedepankan dedikasi untuk masa depan agar pengguna produk bisa menjadi konsumen loyal.

Categories
News

Film Pendek Memiliki Kelebihan Yang Berbeda

Yogya yang lain, saya sudah susah menemuinya. Karena rasa penasaran dan visual yang selalu membekas itu, akhirnya saya putuskan saja membuatnya dalam bentuk film. Mengapa Anda memilih konteks yang lebih ”modern”? Saya memiliki ketertarikan tersendiri untuk menuangkannya dalam konteks zaman sekarang yang dekat dengan saya.

Saya membuatnya dengan harga yang lebih mahal, yakni 10 ribu rupiah per batang, dan hal ini dilakukan seorang karyawan restoran. Semua itu adalah fantasi dan imajinasi saya terhadap gadis korek api. Mengapa penting memperlihatkan kedua alat kelamin secara frontal? Bagi saya, dua alat kelamin itu adalah bentuk lingga dan yoni, laki-laki dan perempuan, di mana keduanya akan saling melengkapi untuk kehidupan.

Jika salah satu peran hilang, yang satu akan berjuang lebih keras untuk hidupnya, seperti tokoh Diah, yang harus menghidupi anaknya sendirian. Jadi saya rasa lingga dan yoni harus ada di dalam film karena inilah yang bisa menggambarkan keseimbangan laki-laki dan perempuan sebagai manusia. Bagaimana dengan para pesaing Anda? Apakah sempat menyaksikan film mereka? Ada sepuluh film pendek (termasuk film saya) yang berkompetisi, di antaranya film Portugal, Brasil, Prancis, Yunani, dan Taiwan.

Semuanya saya tonton dan semua keren. Mereka memiliki bahasa sinema khas masing-masing. Tidak melulu naratif dan struktur tiga babak. Mereka memiliki gaya bertutur yang berbeda antara satu dan yang lain. Secara teknis, kualitas kamera mereka jauh lebih baik dibanding saya karena menggunakan kamera profesional, seperti Red Camera dan Alexa. Sedangkan saya hanya Canon 5D Mark III. Dari sisi anggaran produksi, mereka jauh lebih besar.

Menurut Anda, apa keistimewaan film pendek dibanding film panjang? Film pendek memiliki kekuatan menyampaikan sebuah pesan dalam waktu singkat dan efisien. Penonton tidak perlu duduk berlama-lama untuk menikmati drama dan konflik sampai akhirnya menuju premis seperti halnya film panjang. Film pendek lebih fleksibel untuk diputar di berbagai waktu dan memiliki pesan yang cepat tersampaikan.

Website : kota-bunga.net

Categories
News

Peluang Rumah Vaksin – Membidik Keluarga Menengah Part 2

Peluang Rumah Vaksin – Membidik Keluarga Menengah Part 2

Trust Level Tinggi Tentu bukan tanpa sebab Rumah Vaksinasi bisa tumbuh relatif cepat. Selain biaya yang murah, layanan yang diberikan rupanya lebih dari standar. “Keunggulan kami dalam pelayanan adalah dalam hal konsultasi. Orangtua yang membawa anaknya untuk vaksinasi bisa bertanya sampai detail ke dokternya, termasuk tentang tumbuhkembang anaknya. Itu yang mereka senangi,” tutur Dr. Ahmad. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, pasien datang untuk mendapatkan layanan imunisasi atau vaksinasi di Rumah Vaksinasi, kebanyakan anakanak. Komposisinya, 80 – 85% pasien anak-anak dan selebihnya pasien dewasa.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Semula Rumah Vaksinasi memberi layanan mengingatkan (orang tua) pasien bila tiba waktunya vaksinasi. “Setelah kami evaluasi, layanan tersebut membutuhkan waktu cukup banyak. Bentuk layanan kemudian kami ubah dengan menuliskan jadwal vaksinasi berikutnya di buku catatan imunisasi pasien.” Layanan lebih yang diberikan ini memang memberi keuntungan dari sisi promosi. Dari mulut ke mulut kredibilitas Rumah Vaksinasi dengan mudah menyebar luas. “Akhir-akhir ini (orang tua) pasien yang datang ke sini, sekitar 60% atas rekomendasi temannya,” jelas Dr. Ahmad. Menurut bujangan berusia 27 tahun ini, bidang kesehatan memiliki trust level sangat tinggi.

Misalnya, seseorang yang mau datang ke rumah sakit besar, ia akan bertanya siapa dokter yang bagus. “Ini juga berlaku di vaksinasi. Orang yang datang ke sini untuk vaksinasi dan merasa puas, ia akan merekomendasikan ke temannya. (Rekomendasi) ini jauh dipercaya dibandingkan dengan cara promosi lainnya,” tambahnya. Tak heran, duplikasi Rumah Vaksinasi terjadi cukup cepat. Hanya dalam tempo dua tahun pusat layanan imunisasi dan vaksinasi ini telah hadir di 15 titik. Bagi masyarakat, kondisi ini semakin memudahkan dalam mendapatkan layanan. Namun, bagi pengelolanya kondisi ini melahirkan hal yang sebaliknya.

Ketika cabangnya sudah banyak, Dr. Ahmad dan timnya menghadapi tantangan untuk menjaga agar kualitas layanan tetap bagus. “Ngontrol satudua cabang termasuk mudah. Tapi kalau ngotrol belasan cabang, kami perlu (mengontrol) lebih intens. Untuk mengatasinya, kami membuat grup Whatsapp untuk semua dokter agar bisa saling sharing. Kalau ada hal yang mau ditanyakan bisa lewat situ. Selain itu, saya juga melakukan kunjungan rutin ke cabang-cabang. Mereka juga menyampaikan laporan mengenai kondisi pasiennya setiap bulan. Dari situ, kami bisa memantau. Kalau ada yang bisa diperbaiki, kami bisa mengetahui dari situ,” papar dokter yang tengah menimba ilmu manajemen di Institut Teknologi Bandung ini.

Categories
News

Fitur Multimedia Antara Sony Xperia E3 Dual vs LG L Fino

Fitur Multimedia Antara Sony Xperia E3 Dual vs LG L Fino

Posisi speaker L Fino maupun Xperia E3 Dual sama-sama berada di belakang, di bagian bawah. Ini mudah membuat suara jadi teredam ketika handset diletakkan di meja. Ketika volume disetel pada level tertinggi, keduanya menyalurkan suara yang nyaring dan relatif jernih. SINYAL lebih menyukai warna nada yang dihasilkan Xperia E3 Dual yang lebih variatif berkat equalizer yang didukung ClearAudio+, ClearBass, Surround sound, sampai Clear Stereo; plus Clear Phase, xLOUD, dan Dynamic normalizer untuk speaker.

Sumber : Download Game Ppsspp

L Fino tak punya equalizer seperti itu. Jika L Fino hanya mengandalkan Music bawaan Android, Xperia E3 Dual lebih maju dengan Walkman selain Play Music. Untuk nonton klip video, pengguna Xperia E3 Dual bisa gunakan Movies, sementara pengguna L Fino andalkan player bawaan yang ada di Gallery. FM Radio sama-sama baru berfungsi setelah earset tercolok. L Fino unggulkan fitur Sleep timer dan Recording. Sementara Xperia E3 Dual seperti biasa unggulkan TrackID dan sharing ke Facebook.

Terlepas dari benchmark, keduanya sama-sama mulus.Tapi dalam kondisi normal, rupanya daya tahan keduanya beda tipis. Mungkin saja aktivitas latar yang harus didukung baterai Xperia E3 Dual ternyata lebih banyak sehingga baterainya cukup terkuras. Dengan aktivitas banyak bertelepon, dikombinasi WiFi untuk chatting di WhatsApp, Line, cek Facebook, Twitter, serta sesekali browsing, dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam, Xperia E3 Dual menyisakan rataan 15% versus 10% L Fino. Tapi kalau Power management di Xperia E3 Dual diaktifkan, daya tahan baterai meningkat cukup signifikan. L Fino juga punya Battery saver, namun fiturnya lebih simpel dibanding Power management.

Tak tampak UI khusus pada L Fino dan Xperia E3 Dual meski keduanya banyak memasukkan icon dan widget pada Home. Xperia E3 Dual di-default 5 jendela; bisa ditambahi menjadi 7 jendela. L Fino 3 jendela; tak tampak cara menambah jendelanya. Xperia E3 Dual membawa Album, AR eff ect, Back up & Restore, Movies, News from Socialife, Sketch, Sony Select, Xperia Care, TrackID, TrackID TV, Video Unlimited, Walkman, What’s New, sampai Xperia Lounge yang khas Sony. Dari pihak ketiga tampak Facebook, NeoReader, dan Offi ceSuite. L Fino memasukkan Quick Memo+, sampai SmartWorld. Sementara dari pihak ketiga tampak Opera Mini, dan ThinkFree Viewer. Dua-duanya dukung dual GSM dan menggunakan micro SIM. Tambahan icon Dual SIM pada panel layar L Fino memudahkan pindah antar kartu. Di Xperia E3 Dual tak ada pintasan semacam ini. Tapi akses ke masing-masing SIM disediakan.

Categories
News

Gereja Ayam Sudah Seabad Menjadi Saksi Sejarah Bagian 3

Dipenuhi Filosofi Di Sana-Sini

Bangunan religi dan simbolsimbol penuh flosof, merupakan 2 hal yang saling bertautan erat. Khususnya, bangunan-bangunan religi tua yang masih bertahan hingga kini. Gereja Ayam pun demikian. Lambang ayam yang bertengger di atas kubah gereja, merupakan salah satunya.

Menurut Louis, ayam merupakan salah satu pengingat tentang penyangkalan terhadap Yesus Kristus, yang dilakukan oleh salah satu muridnya, Petrus. “Makanya, ayam itu mengingatkan kita, bahwa setiap manusia pasti memiliki masalah masing-masing, tapi jangan sampai kita menyangkal Yesus Kristus,” ucap Louis. Selain lambang ayam, kumpulan 6 lingkaran yang berada di tengah fasad gereja ini pun menyimbolkan banyak hal.

Sebagai contohnya adalah gambar merpati yang merupakan perlambang roh Kudus; gambar jangkar yang menyimbolkan iman yang kuat; serta gambar perahu yang berarti adanya goncangan dalam menghadapi kehidupan. Jadi, untuk menyambut hari Natal nan damai ini, tak ada salahnya bila Anda berkunjung ke gereja penuh sejarah ini, bukan?

Categories
News

Gereja Ayam Sudah Seabad Menjadi Saksi Sejarah Bagian 2

Dari Kapel Kecil, Jadi Gereja Bagi Perantauan

Louis menjelaskan, dahulu gereja ini bermula dari sebuah kapel kecil yang telah ada sejak tahun 1856. Sebagian besar jemaat kapel kecil yang berasal dari kaum pendatang perantau dari Indonesia Timur, para budak Belanda, pedagang Tiongkok, hingga kaum Mur (suku bangsa di Timur Tengah) ini semakin lama semakin bertambah. Terlebih lagi, bangunan kapel kecil ini termakan usia. Tak heran, gagasan membangun gereja mulai muncul untuk mengatasi hal tersebut.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Peletakan batu pertama gereja ini terjadi pada 24 September 1913. Arsitektur bangunan ini dirancang oleh duo arsitek Ed Cuypers dan Hulswit, dengan ciri khas yang mengawinkan gaya arsitektur Neo-Romanik dan Neo-Barok. Akhirnya, gereja yang semula dinamai Hantjes Kerk ini rampung pada tahun 1915. “Prasasti marmernya saja masih tertulis dalam bahasa Belanda, bukti bahwa gereja ini sudah berdiri seabad lamanya,” ujar Louis bercerita.

Mempertahankan Furnitur Asli, Melindungi Artefak Tua

Jika mengingat usianya yang sudah mencapai satu abad, Anda mungkin akan menganggap bangunan dan interior di dalamnya sudah rapuh. Sudah rusak. Sudah usang. Nyatanya, semua anggapan itu salah kaprah. Kami tercengang ketika memasuki bangunan gereja ini, ternyata interior ruangannya masih sangat terawat dan terjaga.

Jajaran kursi berwarna cokelat tua terlihat rapi memenuhi seisi ruang. Ada sebagian kursi yang masih memiliki anyaman rotan sebagai alas duduknya, tapi ada sebagian lagi yang sudah berganti menjadi busa biasa. Di bagian terdepan, mimbar yang terbuat dari kayu jati pun masih kokoh berdiri, tanpa terlihat cacat barang sedikitpun.

Lampu chandelier klasik pun masih menggantung erat di atas plafonnya yang tinggi, berpadu dengan lampu gantung lainnya yang bergaya lebih kontemporer. Setengah dari area gereja ini masih dilapisi oleh lantai ubin. Bahkan, di depan mimbar, kami dapat melihat sebuah Alkitab besar berbahasa Belanda yang ditutupi kaca. “Alkitab ini sudah ada sejak tahun 1855. Ratu Belanda kala itu, Sofa Frederica Matilda memberikannya pada pihak gereja. Dan uniknya, Alkitab ini hanya ada 2; yang satu di sini, yang satunya ada di Belanda,” ujar Louis.

Categories
News

Gereja Ayam Sudah Seabad Menjadi Saksi Sejarah

Hanya segelintir bangunan gereja tua yang masih bertahan apik di Jakarta. Salah satunya, GPIB Pniel, atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam. Kita dapat beribadah di sana, atau sekadar mengagumi desain arsitekturnya. Seperti biasa, laju lalu lintas di sekitar Jalan Samanhudi, Jakarta Pusat, selalu dipadati kendaraan dan para pejalan kaki. Bisingnya bunyi klakson membuat jalanan ini seakan tak pernah sepi.

Baca juga : Jual Genset Semarang

Terlebih lagi, para pengunjung Pasar Baru tepat di belakang jalan nan padat tersebut banyak yang memilih jalanan ini sebagai area parkir yang praktis. Tak heran, jalanan ini terasa sangat penuh dan ramai, terutama bila matahari belum terbenam. Di hoek jalanan tersebut, tepatnya di balik jajaran kios makanan, tampak sebuah bangunan bergaya kolonial yang berdiri dengan gagahnya. Berbeda dengan jalanan sekitarnya yang terdengar gaduh, kompleks bangunan berbentuk unik ini tampak damai.

Tampak tentram. Suara bising seakan tersaring oleh pepohonan di sisi kiri dan kanan bangunan tersebut. Sekilas, bila melihat kompleknya yang tampak bersih dan terawat, bangunan ini tak tampak seperti bangunan tua lainnya. Namun, ketika melihat 2 menara yang menjulang di sisi kiri dan kanan, 6 lingkaran kecil di tengah fasad bangunan, serta kubah khas gaya Eropa di ujung pertemuan atap, jelaslah bangunan ini tak lagi berusia belia.

Terlebih lagi, ketika melihat bentuk ayam jago yang bertengger di atas kubah tersebut. Seketika, kami seakan terhanyut ke dalam masa-masa lampau, ketika Belanda masih berjaya di tanah Batavia. Pemandangan itulah yang menumbuhkan rasa penasaran kami untuk memasuki bangunan religi bernama GPIB Pniel, yang lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam ini.

Ketika kami baru menginjakkan kaki kami di pelataran gereja bernuansa krem dan cokelat ini, seorang pria bertopi dan berjaket denim langsung menyambut kami dengan hangat. “Hallo, apa kabar?” ujarnya sembari tersenyum. Ia adalah Estefanus Octavianus Louis, Ketua PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat) GPIB Pniel ini. Sembari mengajak berkeliling gereja, Louis demikian panggilan akrab dari pria bertopi tersebut mulai melantunkan cerita mengenai asal muasal gereja yang kini tengah menjalani proses menjadi bangunan cagar budaya ini.

Categories
News

Berbagai Jurus Untuk Terkoneksi dari Huawei

Berbagai Jurus Untuk Terkoneksi dari Huawei

Untuk mendapatkan akses data atau Internet yang terjamin kelancarannya, urusannya tak sederhana. Kita harus menyiapkan berbagai pernik. Untuk terkoneksi, kita mungkin butuh modem berbentuk dongle USB, atau juga butuh mobile WiFi, atau butuh WiFi extender. Makin bergantung kita pada Internet, makin harus siap dengan berbagai gaya dan jurus. Makin harus siap dengan berbagai tool. Melalui PT Datascrip, yang merupakan authorized distributor di Indonesia, Huawei meluncurkan tujuh peranti nirkabel sekaligus, untuk menjamin kelangsungan berinternet kita. Peranti ini berupa enam perangkat nirkabel Wi-Fi yaitu mobile Wi-Fi Huawei E5336, wireless dongle Huawei E8231, 3G dongle Huawei E3531 & ultra slim dongle Huawei E3533, Wi-Fi extender Huawei WS 331C, router Huawei WS 319, serta satu seri Bluetooth speaker Huawei AM10.

Sumber : Gigapurbalingga

Mobile Wi-Fi Huawei E5336

Dengan mobile Wi-Fi Huawei E5336 ini pengguna bisa berbagi hingga 10 perangkat, baik itu laptop, tablet maupun smartphone. Desainnya unik, mungil, dan ringkas untuk dibawa ke mana saja. Baterainya bisa bertahan hingga 6 jam selama pemakaian atau 12 hari dalam keadaan standby. Layar LCD 1,45 inci, memungkinkan pengguna melihat indikator kekuatan sinyal dan kapasitas baterai yang tersisa. Alat ini juga bisa menjadi Wi-Fi extender yang juga akan membagi sinyal Wi-Fi ke 10 perangkat yang berbeda.

Modem USB Huawei E8231

Cukup menghubungkan ke port USB adaptor di stop kontak listrik rumah atau port USB di mobil, Anda sudah dapat menikmati sinyal Wi-Fi dari Huawei E8231. Kecepatan downloadnya mencapai 21,6 Mbps, mendukung untuk jaringan 3G (UMTS) HSPA+ dan 2G (GSM, GPRS and EDGE). Pengguna bisa berbagi sinyal Wi-Fi ke 10 perangkat yang berbeda secara bersamaan.

WiFi Extender Huawei WS 331C

Jika sinyal Wi-Fi di tempat Anda berada terlalu lemah, Huawei menghadirkan WS 331C, Wi-Fi extender yang sekaligus bisa difungsikan sebagai router. WS 331C memiliki dua antena pemancar sinyal, namun dimensinya yang hanya 76 x 42 x 69 mm membuatnya sangat fl eksibel serta mudah dibawa bepergian.

Router Huawei WS 319

Huawei menghadirkan router WS 319, router multifungsi ini mendukung konektivitas Wi-Fi 802.11 bgn dengan empat port Ethernet 10100 Mbps RJ-45. Satu port dijadikan port utama untuk akses data berbasis kabel LAN. Dimensinya kompak, hanya 160 x 32 x 110 mm, dengan dua antena luar. Huawei WS 319 juga memiliki fitur parental lockuntuk memblok situssitus yang tidak diinginkan. Operasionalnya dapat dilakukan melalui aplikasi Huawei RuMate, yang bisa diunduh melalui sistem operasi Android serta iOs. Dengan RuMate pengguna bisa mengatur waktu operasional router dari jarak jauh.

Categories
News

Acer Iconia W4 vs Asus Transformer Book T100 – Pilih Tablet atau Netbook

Acer Iconia W4 vs Asus Transformer Book T100 – Pilih Tablet atau Netbook

Kedua pabrikan ini terkenal kompetisinya di dunia komputer.Tak Cuma bersaing di sana, keduanya juga berjibaku di ranah tablet. Dua tablet terbarunya yang berbasis Windows 8 menjadi bukti. Kami pun menyandingkan untuk dikomparasi, sebagai bahan pertimbangan Anda ketika ingin membeli. Desain Tablet Iconia W4 jelas lebih kecil dan lebih ringan daripada Transformer Book T100. Secara visual, permukaan case belakang Iconia W4 lebih aman dari bekas jemari – apalagi bila sudah tersembunyi di balik cover. Berbeda dengan permukaan case belakang Transformer Book T100 yang mengilap dan menyisakan banyak jejak jemari.

Sumber : Wa Web

Bentuk tablet Transformer Book T100 cenderung ditujukan untuk pemakaian secara landscape, sementara Iconia W4 cenderung secara portrait. Namun pada dasarnya layar keduanya dilengkapi moda yang otomatis menyesuaikan arah ke landscape maupun portrait. Iconia W4 meletakkan tombol Windows di bawah layar (pada posisi portrait); Transformer Book T100 menaruhnya di kiri bodi (pada posisi landscape). Selain itu, Iconia W4 memasang tombol power di atas bodi; mic, volume dua arah, port HDMI, slot microSD, di kanan bodi; port microUSB, jack 3.5 mm, dan dua speaker di bawah bodi. Kamera ada dua, yaitu kamera utama di belakang bodi, dan kamera depan di atas layar.

Transformer Book T100 menempatkan tombol power dan mic di atas bodi; volume dua arah menemani tombol Windows tadi di kiri bodi; slot microSD, port micro USB, dan port HDMI di kanan bodi; dan port docking di bawah bodi. Hanya satu kamera, yaitu kamera depan di atas layar. Keyboard Tablet dan keyboard fisik Transformer Book T100 bisa disatukan menggunakan docking. Tablet dan keyboard fisik Iconia W4 tetap berdiri sendiri-sendiri; keduanya “digabungkan” oleh cover tambahan, dan dikoneksikan oleh Bluetooth. Ketika keyboard terpasang pada tablet, Transformer Book T100 berubah jadi netbook. Ini terasa lebih akrab bagi pengguna yang sebelumnya biasa pakai netbook. Khususnya karena keberadaan touchpad untuk pengoperasian kursor.

Pada keyboard fisik Transformer Book T100 ada port USB, dan tentu saja port docking. Sementara itu, pengguna yang sebelumnya biasa pakai tablet dan keyboard terpisah, akan lebih familiar dengan Iconia W4. Pengguna netbook bisa jadi merasa sedikit sempit, mengingat dimensi bodi memang untuk layar 8 inch. Di keyboard fisik Iconia W4 hanya tampak port microUSB. Fungsinya memang hanya untuk isi ulang baterai keyboard. Layar Layar 10.1 inch milik Transformer Book T100 tentunya lebih lega. Meski begitu, 8 inch milik Iconia W4 sebetulnya juga terbilang luas. Kedua tablet menggunakan layar berteknologi In-Plane Switching (IPS). Di atas kertas, resolusi 1280×800 pixels dengan kedalaman 189 ppi milik Iconia W4 tampak lebih baik dibanding 1366×768 dengan 155 ppi milik Transformer Book T100. Namun saat dipakai, bagi kami perbedaannya tak begitu terasa.

Detil objek tampak tajam, dan warna tampak natural. Respon layar sama-sama gesit, dan sama-sama dukung multitouch. Kinerja, Antarmuka, Aplikasi Sama-sama berbekal prosesor Intel Bay Trail 1.3 GHz quad-core dan RAM 2 GB, kinerja keduanya terasa mirip. Sama-sama menggunakan Windows 8, tampilan halaman secara keseluruhan relatif sama. Perbedaan yang paling jelas tentu saja pada grup tile Acer apps dan Asus apps. Di Acer antara lain tampak Acer Explorer, Acer Portal, Acer Docs, sampai Acer Remote Files sebagai software khasnya. Selain itu, Acer masukkan juga 7 digital, TuneIn, Music Maker Jam, Games, NewsXpresso, Evernote Touch, Skitch Touch, kindle, sampai amazon dari pihak ketiga.

Sementara di Asus diantaranya tampak Asus PhotoDirector, Asus WebStorage, sampai Asus PowerDirector sebagai software khas. Selain itu ada One Note, dan Microsoft Office dari Microsoft. Penambahan software tentunya mudah dilakukan dari Store yang didukung Microsoft. Dengan pengaturan default, kami coba nonton video dan main game masing-masing selama sekitar satu jam, Iconia W4 lebih cepat berkurang persentase baterainya. Secara keseluruhan, baterai Iconia bertahan rata-rata tujuh jam, sementara Transformer Book T100 bertahan rata-rata sembilan jam.

Categories
News

Cara Mendapatkan Informasi Pajak Dari Layanan Pajak

Cara Mendapatkan Informasi Pajak Dari Layanan Pajak

Untuk membantu meningkatkan jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunan pada tahun ini pemerintah Indonesia membuka layanan khusus pemberian informasi yang berhubungan dengan pelaporan SPT secara online melalui media social Twitter dan live chat di pajak.go.id. Layanan tersebut merupakan layanan informasi tambahan selain layanan telepon 1 500 200 di kring pajak. Lantas apa saja sih layanan yang diberikan oleh pemerintah tersebut?.

Sumber : Gotax

Pemberian Electric Filing/EFIN

Wajib pajak yang tidak sengaja melupakan nomor identitas pelaporan elektronik (EFIN) bisa menerima kembali nomornya setelah selesai melakukan konfirmasi data berikut:

  1. NPWP
  2. Nama
  3. Alamat yang terdaftar saat melakukan registrasi EFIN
  4. Alamat email maupun nomor telepon terdaftar
  5. Tahun terakhir melaporkan SPT Tahunan

Jika ingin prosesnya cepat, diharapkan Anda bisa memberikan semua data-data tersebut sehingga petugas kring pajak dapat mencocokan data yang ada dengan sistem DJP, jika benar data yang diberikan otomatis akan diberikan email balasan dari informasi@pajak.go.id yang isinya informasi seputar EFIN di dalam file format PDF yang diproteksi dengan password yang bisa ditemukan di email yang sama.

Pemberian Informasi Kode Billing

Layanan informasi ini tidak hanya membantu WP mendapatkan kembali EFIN mereka, namun juga memberikan informasi seputar kode pembayaran atau kode verifikasi penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan pajak khususnya untuk WP yang mengalami kesulitan dalam menerima kode billing SPT , berikut ini data yang perlu diberikan saat ingin mendapatkan kode billing dari layanan pajak:

  1. NPWP
  2. Nama
  3. EFIN
  4. Alamat email aktif dan nomor telepon terdaftar
  5. Jenis SPT-nya apa

Wajib pajak akan menyampaikan data yang diminta oleh petugas, dan bila ada data yang cocok dengan data di sistem DJP maka petugas akan mengirimkan informasi seputar kode verifikasi secara langsung pada WP yang mengalami kendala tersebut, bisa via phone atau email.

Pemberian informasi melalui live chat, twitter atau telepon hanya bisa dilayanan selama jam operasional kantor layanan informasi serta pengaduan DJP setiap Senin-Jumat dari pukul 08.00-16.00.