Categories
News

Gerakan Belajar Bersama

Kepala Desa Pundungan, Danang Setiawan,  menjelaskan gerakan itu muncul atas keprihatinan atas kondisi anak-anak yang mengikuti pembelajaran daring selama setahun terakhir akibat pandemi Covid-19. “Tak semua orang tua bisa membelikan ponsel dan kuota Internet untuk anak mereka. Makanya dengan komunitas belajar bersama Desa Pundungan, kami berinisiatif sedekah ilmu buat adik-adik agar bisa belajar di mana sajaserta belajar yang membahagiakan,” kata Danang saat berbincang dengan Espos, Rabu (10/3/2021).Sekretaris Desa Pundungan, Novita Kesiyarinni, menambahkan selama pembelajaran daring

bergulir, anak-anak cenderung bermain. “Anak-anak itu cenderung hanya bermain dan tanpa mendapatkan ilmu. Selain itu, banyak orang
tua yang tidak bisa mendampingi anak mereka secara maksimal karena tidak memiliki ponsel,” urai dia.

Rekomendasi Artikel : Harga Mesin Kopi

Pemerintah desa berinisiatif mengumpulkan anak-anak, terutama usia SD untuk belajar di satu tempat, yakni di Joglo Sindon. Joglo tersebut merupakan aset salah satu warga yang selama ini kerap digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti TPA dan pengajian. Kali ini tempat tersebut dimanfaatkan sebagai tempat belajar bersama. Guna mendukung kegiatan belajar mengajar, joglo itu dilengkapi fasilitas Wifi gratis.
Awalnya hanya segelintir anak yang memanfaatkan tempat tersebut untuk belajar. Namun, dua pekan terakhir atau sejak pemerintah desa
menggencarkan gerakan Pundungan mengajar, ada puluhan anak yang berdatangan.

Novita mengatakan kegiatan tetap dijalankan sesuai protokol kesehatan. Anak-anak diwajibkan mencuci tangan mereka sebelum dan sesudah belajar serta mengenakan masker selama kegiatan bergulir. “Kegiatan biasanya berjalan mulai pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB,” kata Novita.

Anak-anak tersebut dipandu para sukarelawan yang merupakan kelompok pemuda setempat usia SMA, mahasiswa, serta warga lain.
Para perangkat Desa Pundungan pun ikut mendampingi anak-anak tersebut mengerjakan tugas serta memandu mereka ketika kesulitan
memahami materi pelajaran.

Rekomendasi Artikel : Harga Mesin Bakso

Seperti Novita yang ikut mendampingi anak- anak tersebut. “Kalau saya pribadi karena dulu pernah menjadi editor buku, jadi tidak begitu kaget ketika mendampingi anak-anak.

Begitu pula kemarin Pak Kasi Kesejahteraan karena biasa mengajar mengaji, jadi terbiasa.

Kalau pendampingan sementara ini disesuaikan dengan tugas sekolah mereka yang diberikan guru di sekolah secara daring,” kata dia.
Novita mengatakan gerakan itu mendapatkan tanggapan positif dari orang tua anak. Selain itu, gerakan tersebut memantik warga lain
untuk ikut bersedekah ilmu. “Ada salah satu guru yang juga warga Pundungan akan ikut bergabung mendampingi anak-anak,” kata dia.
Sukarelawan pengajar anak-anak, Berliana, 18, dan Nanda, 16, mengatakan awalnya hanya 20-30 anak yang belajar di tempat tersebut.
Lambat laun, jumlah anak yang ikut belajar di Joglo Sindon bertambah mencapai 80 orang.

Rekomendasi : Harga Mixer Roti

Tak hanya fasilitas berupa Wifi dan pendampingan, dijoglo tersebut anak-anak juga mendapatkan fasilitas makan gratis. Saban selesai kegiatan pembelajaran, mereka menikmati aneka hidangan yang disajikan di tempat tersebut. “Hidangannya juga berasal dari sedekah,” kata salah satu pendamping, Amin Asy’ari.

Sebanyak 30 orang pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Sragen
mengikuti Pendidikan Dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat Administrator yang diadakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021).

Diklat tersebut baru kali pertama digelar di Sragen karena situasi pandemi Covid-19. Sebelumnya diklat selalu digelar di tingkat Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga langsung menyampaikan materi diklat setelah menyerahkan materi diklat secara simbolis kepada dua orang perwakilan peserta diklat. Kepala BKPSDM Sragen Sutrisna
mengatakan hasil diklat ini akan menambah nilai atau poin bagi yang bersangkutan untuk bisa mengikuti open bidding atau lelang jabatan eselon II yang kosong di Sragen. Diklat menjadi sarana pengembangan
kompetensi pejabat administrator demi mewujudkan kepemimpinan dan kinerja yang tinggi.
“Diklat akan dilaksanakan mulai Rabu [10/3/2021] sampai 8 Juli 2021 mendatang yang terbagi dalam tiga tempat, yakni di aula Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Balai Diklat BKPSDM Sragen, dan di aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Sragen,” ujarnya.
Dia menjelaskan 30 peserta diklat terdiri atas tujuh orang perempuan dan 23 laki-laki dari 24 organisasi perangkat daerah (OPD). Metode pembelajaran dalam diklat, ujar dia, menggunakan metode gabungan antara virtual dan klasikal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan semula ada 130 orang calon peserta. Yuni, sapaan Bupati, kemudian memilih 30 orang saja berdasarkan integritas, kecerdasan, dan kinerja kepemimpinannya. Yuni meminta kepercayaan yang diberikan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak mau naik jabatan, silakan bisa menolak tetapi akan masuk ke kotak hitam. Pada saat nanti terakhir membuat proper maka tidak semua akan saya layani. Hanya meminta tim untuk menyeleksi dan mengambil tiga terbaik.
Tiga proper terbaik itulah yang akan mendapat dukungan dari Bupati,” ujarnya. Dia mengatakan ketiga proper terbaik dipilih bukan karena faktor kedekatan personal tetapi memang benar-benar proper terbaik. Yuni meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menyeleksi tiga proper terbaik tersebut.